Temen saya yang satu ini, eh yang
dua ini maksudnya, maaf mase digabungin ya biar cepet kelar saya nulis blognya
hahaa… Sebenarnya tidak demikian juga sich pasalnya saya hanya beberapa waktu
sempat bersama mereka, kaya fhoto diatas itu saat mau nonton LA LIGHTS INDIFEST
2010 waktu makan di Palasari, kangen
moment-moment seperti itu jeee…. J Karena tentunya
dibayarin hahaha…
Ya selain dulu waktu DJ Arie
masih sering ke rumah, saat komunitas bandku naek daun hehe… Oh ya pertama saya
kenal para mafia tembakau ini (hahaha… maaf sebutannya) justru pertama kenal
adalah DJ Arie ama Om Dan (Dj Dedi), waktu itu PDKT nya keren bawa kue kering,
bawa syrup hahaha… Belakangan saya baru hapal itu strategi kantor untuk
approaching personal ya hahahaha…. Tapi sah-sah aja koq, itu khan bukan
gratifikasi kaya kirim makanan ke ketua KPK, its bussines strategy! Dan memang
yang membuat saya jatuh cinta dengan para mafia tembakau ini ya stategi
approaching personalnya. Terakhir tuh waktu di ayam bakar petir ya, masih pada
inget nggak nich?...
By the way kenapa sich sebutannya
para mafia tembakau? Inget nggak Dije2 waktu saya ikut makan-makan di
Cikalahang 2013, waktu saya sedang tugas panggilan ama DJ ODHE (Audia
Pujarana), itu khan kendaraanya iring-iringan dengan brand satu perusahaan
*******tttttuuuuuuut sensor*** nggak boleh sebut nama perusahaan, harus bayar
royalty hahaha, … nah dari situ saya dapat kalimat “Mafia Tembakau” J
karena iring-iringan mobilnya kaya mafia di film-film hahahaha…
Jadi kepikiran nulis kalian
berdua karena liat fhoto koleksi LA LIGHTS INDIFEST 2010.. Hhhhh…. Kangen
moment-moment itu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar